DISCLAIMER: Ini bukan untuk meragukan ajaran. Tetapi untuk membuka pemahaman tentang diri sendiri.
#
Pembaca yang budiman,
Puasa selama bulan Ramadhan sebenarnya merupakan latihan berulang yang membentuk tekad untuk mengatasi berbagai perubahan keadaan, seperti:
• haus,
• lapar,
• lelah batin dan fisik,
• emosi,
• keadaan atau situasi,
dan berbagai godaan dan dorongan.
Berlangsung selama 30 (tiga puluh) hari berturut-turut.
Ini latihan membentuk ketangguhan batin: kemampuan untuk tetap teguh walaupun keadaan tidak selalu nyaman.
Disini ada latihan membentuk tekad kuat yang diperlukan, Untuk meraih akhir yang baik.
MENGAPA TEKAD JADI PENTING
Tekad merupakan keputusan batin yang bulat, yang tidak mudah goyah oleh perubahan suasana. Banyak hal gagal bukan karena orang tidak tahu apa yang harus dilakukan,
tetapi karena tekadnya tidak cukup kuat.
Banyak orang tahu bahwa mereka harus bersabar, jujur, atau menahan emosi.
Namun tanpa tekad, niat itu mudah berubah ketika ada tekanan.
Diantara konsekuensinya adalah:
• tujuan semula tidak tercapai,
• sesuatu yang mulia bisa berakhir sia-sia, dan
• kadang berakhir tragis.
NIAT BISA MUNCUL DENGAN MUDAH, TETAPI ...
Kita sering punya niat baik seperti:
• berniat bangun lebih pagi,
• berniat bekerja lebih disiplin,
• berniat lebih sabar, atau
• berniat memperbaiki diri.
Tetapi kenyataannya, niat sering berubah ketika keadaan berubah. Di sini ada perbedaan antara niat dan tekad.
Tekad adalah niat yang sudah diputuskan dengan kuat, sehingga tidak mudah berubah walau keadaan berubah.
Di balik setiap puasa Ramadhan ada latihan membentuk tekad yang kuat.
TEKAD DALAM KEHIDUPAN
Orang yang memiliki tekad kuat biasanya memiliki sejumlah keunggulan dalam dirinya. Diantaranya:
- mereka tangguh menghadapi kesulitan. Kesulitan tidak membuat mereka berhenti dan mencari-cari banyak alasan.
- mereka lebih dipercaya oleh orang lain. Ketika mereka mengatakan akan melakukan sesuatu, orang lain percaya bahwa itu akan benar-benar dilakukan dengan baik dan sungguh-sungguh.
- mereka lebih mudah mencapai tujuan. Banyak tujuan besar hanya bisa dicapai oleh orang yang mampu bertahan dalam proses atau tidak mengambil jalan pintas.
Semua ini berawal dari satu hal sederhana: tekad yang kuat.
KETIKA NIAT PUASA BERHADAPAN DENGAN KEADAAN
Orang puasa umumnya selalu dimulai dengan niat dan ini bukan hal yang sebenarnya sederhana. Niat perlu disertai dengan sebuah tekad.
“Apa pun situasinya, saya akan tetap puasa.”.
Malam hari sebelum tidur, kita berniat akan bangun untuk sahur dan berpuasa esok hari. Namun menjelang Subuh, situasi bisa berubah. Alarm berbunyi, tetapi mata masih terasa berat. Atau kita terbangun ketika waktu Subuh hampir tiba. Atau teringat ada tugas berat yang harus diselesaikan.
Di titik itu, niat diuji. Cerita bisa berakhir berbeda. Di sinilah tekad mengambil perannya.
Orang yang hanya mengandalkan niat bisa berhenti pada alasan:
• “Masih mengantuk.”
• “Sudah kesiangan.”
• “Besok masih ada.”
Tetapi orang yang memiliki tekad berkata dalam hati,
“Apa pun yang terjadi, saya tetap puasa.”
Ia mungkin tidak sempat sahur. Ia mungkin memulai hari dengan rasa kurang nyaman. Namun ia tetap melangkah.
CERITANYA BELUM SELESAI ...
Sepanjang hari, suasana hampir pasti berubah.
• Lapar datang.
• Haus menyengat.
• Aktivitas padat.
• Emosi naik turun.
Godaan hadir dalam bentuk makanan, minuman, bahkan dorongan untuk marah-marah atau mengeluh.
Pembenaran pun bisa mulai muncul:
• “Capek sekali hari ini.”
• “Tidak ada yang tahu kalau saya batal.”
• “Lagi kurang enak badan.” atau
• “Nanti bisa diganti .”
Lagi-lagi, niat saja tidak cukup.
Tekad lah yang membuat seseorang berkata,
“Saya akan selesaikan puasa ini sampai saat berbuka.”
Tekad tidak mudah dipatahkan oleh suasana atau rasa tidak nyaman.
Tekad tidak membuka ruang negosiasi untuk hawa nafsu.
Di bulan Ramadhan tekad seperti ini dibentuk.
TEKAD & PUASA DI BULAN RAMADHAN
Puasa sunah umumnya dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu. Puasa Ramadhan wajib dikerjakan selama 30 (tiga puluh) hari tanpa jeda.
Setiap hari kita menghadapi perubahan kondisi yang berbeda.
Kadang ringan, kadang berat. Kadang semangat tinggi, kadang hati terasa lemah.
Ramadhan membentuk karakter: mendidik kita untuk teguh dan tidak bergantung pada suasana.
Kita belajar konsisten setelah memutuskan. Kita belajar bahwa komitmen tidak boleh ditentukan oleh rasa nyaman. Kita belajar untuk sungguh-sungguh menyelesaikan apa yang telah diniatkan / atau apa yang telah dimulai.
PENUTUP
Pada akhirnya, tekad adalah salah satu kekuatan paling penting dalam kehidupan manusia.
Tekad yang membuat seseorang itu teguh dan tegar:
• tetap berjalan ketika keadaan tidak nyaman,
• tetap bertahan ketika godaan datang, dan
• tetap lurus ketika jalan terasa berat.
Namun tekad tidak berdiri sendiri. Tekad membutuhkan arah.
Ia harus dipasangkan dengan tujuan yang benar dan jelas — tentang apa yang ingin dicapai, nilai apa yang ingin dijaga, dan kehidupan seperti apa yang ingin ditinggalkan.
Tekad yang terarah dapat menjaga seseorang untuk:
• mengejar akhir hidup yang baik,
• membangun karier yang bersih,
• menjaga integritas atau martabat,
• melindungi harga diri, dan
• tetap setia pada prinsip atau hal-hal yang benar.
Puasa Ramadhan melatih kita bukan hanya untuk menahan diri, tetapi untuk menjadi pribadi yang bertekad kuat.
“Apa pun situasinya, saya tetap teguh.”
Dan jika dikerjakan dengan benar dan sungguh-sunggung akan melahirkan keteguhan, konsistensi, dan kematangan jiwa di dalam diri.
Inilah bekal guna meraih keunggulan pribadi dan keunggulan kolektif.
Tekad juga sering kali menjadi lebih kuat ketika tidak dijalani sendirian.
Lingkungan dan kelompok yang memiliki tekad yang sama dapat saling menguatkan ketika salah satu mulai goyah.
Dalam kebersamaan seperti itu, ada energi kolektif yang saling menjaga.
Ketika ada tujuan baik bersama, dipadukan dengan tekad yang kuat, dan diperkuat oleh lingkungan yang searah,
Tekad lebih kuat dari sekedar niat.maka seseorang tidak hanya mampu menahan diri sesaat, tetapi juga mampu secara kolektif dapat menjaga tujuan bersama dalam jangka panjang.
Happy Ramadhan,
Wallahu a'lam bish-shawab
Catatan:
Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber.
Artikel terkait:
Mengapa Saya Disuruh BERTAUBAT? APA SALAH SAYA?
01. Puasa Ramadhan: JIKA SETAN DIBELENGGU, LALU SIAPA YANG MENGGODA KITA?
02. Puasa Ramadhan: MENYADARKAN - KITA BUKAN BUDAK NAFSU
03. Puasa Ramadhan: SEKALIGUS SEKOLAH MEMBANGUN MARTABAT DAN HARGA DIRI. PENTINGKAH?
06. Puasa Ramadhan: SAAT-SAAT KITA MERASA TIDAK ADA YANG MENGAWASI
07. Puasa Ramadhan: MANFAAT BIOLOGIS YANG NYATA
08. Puasa Ramadhan: KEMBALI KEMANA SAAT HARI RAYA?
trt-1




